5 Kingdom dalam Klasifikasi Makhluk Hidup (Penjelasan dan Gambar)

Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimilikinya. Ciri-ciri tersebut mulai dari ciri morfologi, anatomi, fisiologi, sifat biokimia, dan genetika. Makhluk hidup akan dipisahkan mulai dari kingdom sampai akhirnya setiap makhluk hidup ditemukan spesiesnya. Tujuan utama klasifikasi ini adalah untuk mempermudah mempelajari dan mengidentifikasi makhluk hidup.

5 Kingdom klasifikasi makhluk hidup

Jumlah kingdom berkembang dan diperdebatkan seiring munculnya penelitian baru. Penelitian terbaru oleh Ruggiero et al. (2015) menunjukkan adanya 7 kingdom yaitu eubacteria, archaebacteria, protozoa, chromista, plantae, fungi, dan animalia. Tetapi disini kami hanya menggunakan klasifikasi yang diterima umum yaitu 5 kingdom yang diperkenalkan oleh Whittaker (1969) yaitu monera, protista, plantae, fungi, dan animalia. Asumsi kami bahwa kingdom Bacteria dan Archaea merupakan sub-kingdom monera yang merupakan prokariotik uniseluler. Sedangkan protozoa dan chromista merupakan sub-kingdom protista yang merupakan eukariotik uniseluler. Untuk eukariotik multiseluler ada kingdom fungsi, plantae, dan animalia.  Berikut adalah 5 kingdom utama dalam klasifikasi makhluk hidup (taksonomi) beserta klasifikasi masing-masing kingdom.

1. Monera

Kingdom monera

Monera adalah kingdom makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti atau prokariot. Monera tetap memiliki bahan inti berupa DNA melingkar yang disebut nukleoid. Terdapat lebih dari 4.000 spesies, monera merupakan kingdom tertua dan paling sederhana. Selama 2 juta tahun sejak awal kemunculannya, monera merupakan satu-satunya kehidupan di Bumi. Saat ini monera berjumlah sangat banyak. Bahkan jumlah monera di dalam mulut saja melebihi jumlah manusia di Bumi. Monera dapat bersifat patogen (pembawa penyakit) atau saproba (mendapatkan makanan dari sisa organisme lain).

Yang termasuk monera adalah eubacteria dan archaebacteria. Archaebacteria merupakan yang paling primitif yang ditemukan di daerah ekstrem seperti sumber air panas dan daerah dengan konsentrasi oksigen rendah. Menurut teori evolusi, kingdom monera merupakan nenek moyang semua kingdom lain. Berikut adalah ciri-ciri kingdom monera:

  1. Uniseluler (bersel satu)
  2. Prokariotik (tidak memiliki membran inti)
  3. Metabolisme secara aerob dan anaerob.
  4. Dapat bergerak (motil) dengan flagela)
  5. Bereproduksi secara aseksual melalui pembelahan biner, dan seksual dengan transformasi, konjugasi, dan transduksi.

Contoh spesies kingdom monera adalah:

  1. Esterichia coli, bakteri yang ditemukan dalam usus besar dan kerap menyebabkan diare.
  2. Pseudomonas aeruginosa, bakteri penyebab infeksi pneumonia nosokomial.
  3. Streptococcus pyogenes, bakteri penyebab infeksi kulit.
  4. Listeria monocytogenes, bakteri yang sempat viral di Indonesia pada tahun 2015 karena terdapat pada apel impor. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi serius.
  5. Salmonella enterica, bakteri yang menyebabkan keracunan makanan.

2. Protista

Kingdom protista

Kingdom protista adalah organisme eukariotik uniseluler dengan struktur yang sangat sederhana dibandingkan organisme sejati seperti hewan, tumbuhan, dan jamur. Itu dikarenakan kingdom protista merupakan organisme eukariotik pertama yang terbentuk dari evolusi organisme prokariotik (kingdom monera). Berdasarkan etimologinya sendiri, kata protista berasal dari bahasa Yunani protos yang berarti “pertama”. Terdapat protista menyerupai hewan (protozoa), protista menyerupai tumbuhan (ganggang), dan protista menyerupai jamur. Protista tidak memiliki pelindung yang menjaga tubuhnya dari kekeringan, maka dari itu kebanyakan spesies protista hidup di air, namun tidak menutup kemungkinan dapat ditemukan dimana saja. Berikut adalah ciri-ciri kingdom protista:

  1. Umumnya uniseluler, namun ada beberapa spesies protista multiseluler yang biasanya hidup berkoloni.
  2. Hidup bebas atau sebagai parasit.
  3. Respirasi aerob (membutuhkan oksigen menggunakan mitokondria) dan anaerob (tidak membutuhkan oksigen).
  4. Sudah eukariotik, sehingga memiliki membran inti dan nukleus.
  5. Heterotrof, berarti tidak menghasilkan makanannya sendiri. Namun ada juga yang autotrof yakni mampu menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis.
  6. Reproduksi seksual dan aseksual.
  7. Habitat di tanah, air tawar, air laut, dan lumpur.
  8. Bergerak dengan menggunakan flagela atau silia. Namun ada juga yang tidak memiliki alat gerak.
  9. Jumlah nukleotida lebih sedikit dibandingkan organisme eukariota yang lebih kompleks.
  10. Ukuran berkisar antara 10 mikron sampai 6 mm.

Terdapat klasifikasi tiga kelompok besar (filum) protista beserta contoh spesies:

  1. Protista mirip hewan (protozoa). Protista ini memiliki sifat seperti hewan yakni heterotrof dan dapat bergerak. Filum ini diklasifikasikan menjadi empat kelas menurut alat gerak yang dimiliki yakni rhizopoda (kaki semu, contoh: Amoeba sp.), ciliata (bulu getar, contoh: Trypanosoma sp.), flagelata (bulu cambuk, contoh: Paramecium sp.), dan sporozoa (tidak memiliki alat gerak khusus, contoh: Plasmodium sp.).
  2. Protista mirip tumbuhan (algae). Filum ini memiliki sifat seperti tumbuhan yakni memiliki klorofil sehingga autotrof (mampu menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis). Filum ini diklasifikasikan menjadi empat kelas berdasarkan pigmen dominan yang dimilikinya yakni chlorophyta (alga hijau, contoh: Euglena sp), chrysophyta (alga emas, contoh: Vaucheria sp.), phaeophyta (alga coklat, contoh: Sargassum sp.), dan rhodophyta (alga merah, contoh: Polysiphonia sp.).
  3. Protista mirip jamur. Filum ini memiliki sifat seperti jamur, tetapi dengan gerakan pada fase vegetatifnya mirip amoeba. Struktur membran jamur mirip ganggang, hanya saja tidak mengandung klorofil. Filum ini diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu myxomycota (jamur lendir, contoh: Lycogola sp.) dan oomycota (jamur air, contoh: Phytium sp.).

3. Fungi

Kingdom fungi

Kingdom fungi atau jamur adalah organisme eukariotik multiseluler dan tidak memiliki klorofil. Ketiadaan klorofil membuatnya bersifat heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lain), sehingga dibedakan dengan kingdom plantae (tumbuhan). Meskipun pada sistem klasifikasi awal, fungi dimasukkan ke kingdom tumbuhan. Peran fungi adalah sebagai dekomposer (pengurai), namun ada juga yang hidup sebagai parasit dan bersimbiosis dengan makhluk hidup lain. Berikut adalah ciri-ciri kingdom fungi:

  1. Eukariotik multiseluler. Meskipun ada beberapa spesies yang uniseluler seperti Sacharomyces cerevisiae.
  2. Aklorofil, yang berarti tidak memiliki klorofil sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis.
  3. Heterotrof, yang berarti mendapatkan makanan dari organisme lain.
  4. Memiliki dinding sel yang terdiri dari kitin.
  5. Beberapa diantaranya bersifat saprobiontik yakni menyerap makanan dari organisme yang sudah mati dengan cara melepas enzim yang dapat memecah bahan organik menjadi bahan kimia yang dapat diserap sebagai makan.
  6. Tubuh terdiri dari benang-benang halus yang disebut hifa. Hifa bercabang-cabang membentuk anyaman yang disebut miselium. Hifa pada fungi ada yang bersekat (septum) dan tidak (aseptum).
  7. Habitat di tempat yang lembab.
  8. Reproduksi secara seksual (teleomorph) dan aseksual (anamorph).

Berdasarkan tipe reproduksi seksualnya, kingdom fungi dibagi menjadi 4 divisi. Berikut pembagiannya beserta contoh spesies:

Selengkapnya: 5 Klasifikasi Jamur (Fungi)
  1. Divisi zygomycota, adalah divisi jamur yang berkembang biak secara aseksual dengan spora. Hifa tumbuh ke atas dan ujungnya membentuk spoangium yang dapat pecah dan menyebarkan spora. Contoh: Rhizopus oryzae (jamur tempe).
  2. Divisi ascomycota, adalah divisi jamur yang berkembang biak secara seksual yang membentuk askospora di dalam askus. Pada reproduksi aseksualnya, ascomycota menghasilkan spora konidin yang terbentuk pada ujung hifa khusus yang disebut konidiofor. Contoh: Sacharomyces cereviceae (ragi).
  3. Divisi Basidiomycota, adalah divisi jamur yang membentuk spora generatif pada basidium dan umumnya memiliki tubuh buah berukuran besar. Contoh: Lentinus edodes (jamur shitake).
  4. Divisi Deuteromycetes, adalah divisi jamur yang membentuk spora secara vegetatif yang belum diketahui fase kawinnya. Contoh: Histoplasma capsulatum (penyebab penyakit histoplasmosis).

4. Plantae

Kingdom plantae

Kingdom plantae (tumbuhan) adalah organisme eukariotik multiseluler yang memiliki dinding sel dan klorofil. Klorofil pada tumbuhan bermanfaat untuk melakukan fotosintesis, sehingga tumbuhan termasuk autotrof yakni mampu membuat makanannya sendiri. Tumbuhan bersifat non-motil yang berarti tidak dapat bergerak bebas seperti hewan. Tumbuhan juga dipercaya merupakan evolusi dari protista mirip tumbuhan. Berikut adalah ciri-ciri kingdom plantae:

  1. Memiliki klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis, sehingga autotrof (mampu membuat makanan sendiri).
  2. Eukariotik multiseluler.
  3. Memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.
  4. Mampu menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum (pati).
  5. Struktur umumnya berupa akar, batang, dan daun.
  6. Bereproduksi secara seksual (putik dan benang sari) atau aseksual (tunas).

Kingdom plantae diklasifikasikan menjadi 3 divisi yaitu bryophta, pteridophyta, dan spermatophyta. Berikut adalah penjelasannya beserta contoh spesies:

  1. Bryophyta (tumbuhan lumut), adalah tumbuhan yang tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati serta berkembang biak dengan spora. Contoh: Bryum argenteum.
  2. Pteridophyta (tumbuhan paku), adalah tumbuhan yang sudah memiliki akar, daun, dan batang sejati, tetapi tidak menghasilkan biji dalam reproduksi seksualnya. Pteridophyta berkembang biak dengan spora. Contoh: Dicksonia sellowiana.
  3. Spermatophyta (tumbuhan berbiji), adalah tumbuhan yang memiliki akar, daun, dan batang sejati serta menghasilkan biji dalam reproduksi seksualnya. Contoh: Plumeria sp.

5. Animalia

Kingdom animalia

Kingdom animalia (hewan) adalah organisme eukariotik multiseluler heterotrof yang mampu bergerak dengan sel otot dan memiliki sel saraf. Kingdom ini tidak memiliki klorofil sehingga harus mendapatkan makanan dari tumbuhan atau hewan lain. Hewan juga dipercaya merupakan evolusi dari protista mirip hewan. Berikut adalah ciri-ciri kingdom animalia:

  1. Eukariotik multiseluler. Berarti memiliki inti sel dan terdiri dari banyak sel.
  2. Tidak memiliki dinding sel.
  3. Tidak memiliki klorofil, sehingga heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri).
  4. Sebagian besar memiliki otak dan sistem saraf.
  5. Sebagian besar bertubuh simetris.
  6. Bersifat motil, yang berarti aktif bergerak. Hewan bergerak dengan sel otot.
  7. Bentuk dewasa selalu diploid (2n).

Kingdom animalia diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu invertebrata dan vertebrata:

  1. Invertebrata adalah hewan tidak bertulang belakang. Kelompok ini dibagi menjadi beberapa filum yaitu porifera (contoh: Agelas clathrodes), coelenterata (contoh: Chrysaora fuscescens), platyhelminthes (contoh: Maritigrella crozierae), nemathelminthes (contoh: Milnesium tardigradum), annelida (contoh: Glycera sp.), mollusca (contoh: Trivia californiana), arthropoda (contoh: Vespula germanica), dan echinodermata (contoh: Ophionereis reticulata).
  2. Vertebrata adalah hewan bertulang belakang yang memanjang pada bagian dorsal kepala hingga ekor. Kelompok ini dibagi menjadi beberapa kelas yaitu pisces/ikan (contoh: Pteroid vilitans), amfibi (contoh: Paedophryne amauensis), reptilia (contoh: Chelonia mydas), aves/burung (contoh: Gallus gallus domesticus), dan mammalia (contoh: Loxodonta africana).

Daftar Pustaka

Ruggiero, Michael A., et al. "A higher level classification of all living organisms." PloS one 10.4 (2015): e0119248.

Whittaker, Robert H. "New concepts of kingdoms of organisms." Science 163.3863 (1969): 150-160.

No comments:

Post a Comment